Ada Saja
Rabu, 05 Oktober 2011
95 Pasangan Mesum Ditangkap Polisi
Kepala Satuan Sabhara (Samapta Bhayangkara) Polres Madiun Kota Ajun Komisaris Baru Trisno mengatakan, 190 orang itu diamankan dalam operasi yang digelar sejak Agustus-September 2011.
Rupanya para pelaku tidak mengindahkan bulan suci Ramadhan. "Bahkan, dari catatan kami, pasangan asusila terbanyak tertangkap pada bulan puasa, yakni 60 pasangan atau 120 orang. Sisanya ditangkap saat Lebaran dan setelahnya," ujarnya, Senin (3/10/2011).
Menyedihkan lagi, perbuatan asusila sudah meracuni semua kalangan, mulai generasi muda sampai kalangan lanjut usia. Fakta itu diperoleh dari hasil pendataan di mana didapati pelaku berusia 18 tahun dan 65 tahun. (Kompas)
Selingkuhi istri Napi, Sipir Penjara Ditahan
Majelis hakim Pengadilan Negeri Tulungagung, Jawa Timur, Rabu kemarin, menjatuhkan vonis penjara selama tiga bulan kepada seorang sipir (petugas lembaga pemasyarakatan) setempat, gara-gara tepergok menyelingkuhi istri orang.
SYN (47), sipir asal Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru tersebut, tampak pasrah saat ketua majelis hakim mengetukkan palu tiga kali tanda vonis dijatuhkan.
“Terpidana telah terbukti melanggar Pasal 284 KUHP tentang Perzinahan, apalagi keduanya sama-sama telah memiliki pasangan,” ujar Ketua Majelis Hakim PN Tulungagung, Ramelan, dikonfirmasi usai sidang.
Tidak sepatah kata pun komentar keluar dari mulut SYN. Sejak pembacaan vonis, SYN yang telah dikaruniai dua orang anak dari istri sahnya ini hanya bisa tertunduk lesu.
Ia pantas malu dengan para pegawai di PN Tulungagung, sebab istri sahnya juga bekerja di tempat tersebut. Kepada majelis hakim yang menanyakan sikapnya atas vonis yang dijatuhkan, SYN hanya menyatakan pikir-pikir.
Informasi dari beberapa sumber, SYN selama ini diketahui sebagai PNS yang bekerja di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Tulungagung. Ia merupakan salah satu sipir yang cukup disegani di tempat kerjanya. Selain memang sudah senior dibanding sipir-sipir yang lain, SYN dikenal tegas.
Jabatannya sebagai sipir penjara rupanya membuat SYN dekat dengan keluarga napi, termasuk TH (39), perempuan yang kemudian diselingkuhinya. Meski sama-sama telah berkeluarga, keduanya semakin dekat dan bahkan melakukan perselingkuhan. SYN dan TH kemudian hidup serumah di Perum Griya Tunggul Asri, Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru.
SYN akhirnya digerebek oleh istri sahnya sekitar setahun lalu. Pada saat digerebek, kedua pasangan berada di dalam rumah dengan hanya menggunakan baju singlet dan celana pendek, sedangkan TH mengenakan daster. KompasIstri 2, Selingkuhan 3, dan Punya Koleksi Rekaman Mesum
Bayangkan saja, sudah mempunyai dua istri dan tiga teman selingkuh, tetapi masih saja kurang. Untuk memuaskan hasratnya, ayah dari tiga anak ini menggaet beberapa gadis "anak baru gede" (ABG).
Parahnya, setiap kali bercinta dengan para ABG itu, dia merekam adegan demi adegan dengan menggunakan kamera ponsel dan kamera poket. Hasil rekaman ini, katanya, untuk koleksi dan dilihat sewaktu-waktu sebagai kenangan.
Perbuatan buruk Dani itu terungkap meski sudah berlangsung selama beberapa bulan. Salah seorang gadis yang baru berumur belasan tahun melaporkan kejahatan Dani ke Polres Sampang.
Dani, yang kini tinggal di rumah bersama neneknya lantaran dua istri dan ibu kandungnya bekerja di Arab Saudi sebagai TKI, ditangkap polisi, Kamis (29/9/2011).
Saat menggeledah rumah Dani, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa kain lap yang masih lengket dengan sperma dan tumpukan tisu yang bertebaran di bawah tempat tidurnya.
Selain itu, celana dalam wanita bernoda darah juga ditemukan di lemari pakaian. Celana ini belum sempat dicuci. Ada juga kamera digital berisi sejumlah adegan hubungan suami istri dengan para korban.
Kepada petugas yang memeriksanya, Dani mengakui semua perbuatannya. Dia menyatakan sengaja merekam adegan untuk koleksi pribadi, bukan untuk disebarluaskan ke orang lain. (Kompas)
Senin, 03 Oktober 2011
Kambing Punya Tujuh Kaki

Akhir-akhir ini semakin banyak keanehan yang terjadi pada hewan. Di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Seekor kambing pada 30 September 2011 lalu lahir tidak normal karena memiliki kaki hingga tujuh buah, sehingga membuat geger kampung tersebut. Kambing tersebut milik pasangan Aman dan Sumilah, warga Dusun Bangunrejo, Desa Mojopurogedhe, Kecamatan Bungah. Tak pelak, kambing itu kini menjadi tontonan warga.
Menurut Sumilah, kambingnya melahirkan dua anak. Semuanya jantan, tapi yang satu memiliki tujuh tujuh. "Kondisinya sehat," tuturnya, Sabtu pagi ini.Dua anak kambing milik Aman menyusu seperti layaknya kambing baru lahir. Tali pusarnya masih terlihat. Akan tetapi, yang berkaki tujuh apabila berjalan tertatih-tatih. Tiga kakinya yang berada di tengah terseret.
Beberapa kali kambing itu terjatuh saat kakinya tersandung tali. "Kasihan juga," kata Imron, seorang warga. Namun, anak-anak dan warga sekitar merasa penasaran dengan kambing itu. Bahkan, sebagian dari mereka mengambil gambar dengan telepon seluler. (Vivanews)
Minggu, 02 Oktober 2011
Anjing Naik Kereta Bawah Tanah

Anjing ini sungguh cerdas. Pemiliknya, yang hanya disebutkan sebagai perempuan Swedia bernama Caroline, menitipkannya pada penitipan hewan. Ternyata anjing itu dapat kabur, bahkan naik kereta bawah tanah melalui enam stasiun, kemudian turun di stasiun terdekat rumahnya.
Caroline mengisahkan, dia menitipkan Eira, anjing labrador berusia empat tahun, ke sebuah rumah penitipan hewan dan anjing itu kabur. Eira, yang sendirian naik kereta bawah tanah, lalu ditahan seorang petugas stasiun kemudian diantarkan ke rumahnya. ”Kalau saja dia tidak ditahan, saya yakin dia (Eira) akan menunggu saya di depan pintu,” kata Caroline bangga. (Kompas/Foto: Ilustrasi)
Nenek 88 Tahun Berhasil Usir Pencuri

Meski sudah tua rentah, bukan berarti seorang nenek kehilangan nyali berhadapan dengan pencuri. Buktinya, Zornin seorang nenek berusia 88 tahun berani menghadapi pencuri hingga pencuri lari terbirit-birit.
Dia melawan pencuri yang memasuki rumahnya di Aviano, Italia, akhir pekan lalu. Tidak hanya itu, pencuri itu juga diberi nasihat agar mencari pekerjaan dan malu pada dirinya sendiri. Si pencuri mengetuk pintu rumah Rina Zorzin (88) dengan menyamar sebagai pencatat meteran listrik. Tidak berbeda dengan modus yang sering terjadi di sini.
”Pertama, dia ingin melihat meteran. Ketika saya menolak, dia mengeluarkan senjata dan menakuti saya. Seumur saya ini, tidak ada lagi yang saya takuti sehingga saya menerjangnya. Dia membelenggu pinggang saya dan memaksa saya duduk,” tutur si nenek. Zorzin bahkan menolak ketika si pencuri meminta barang berharga. Ketika penjahat itu mengeledah rumah si nenek, Zorzin melepaskan dirinya dan berlari ke luar rumah sambil berteriak, ”Pencuri kotor, kamu seharusnya malu, pergilah cari pekerjaan lain.”
Pencuri itu menyerah dan mengambil langkah seribu. ”Sebenarnya saya mau mengejar dia kalau saja pinggang saya tidak sakit,” kata si nenek yang nekat itu. (Kompas/Foto : Ilustrasi)
Jumat, 30 September 2011
Dermawan Misterius Tinggalkan Duit Rp 1 Miliar di Toilet

Seorang dermawan yang tidak ingin diketahui identitasnya meninggalkan uang sebesar 10 juta yen atau sekitar Rp 1,17 miliar di sebuah toilet umum, untuk penyandang cacat di pusat perbelanjaan Sakado, Jepang.
Uang sebesar itu dibungkus dalam tas plastik dan ditemukan pada 22 September. Tumpukan uang ini disertai tulisan pesan yang berbunyi, "Saya sebatang kara. Saya tidak mempunyai masa depan jadi biarkan warga Tohuku menggunakan uang ini."
Tohuku adalah wilayah Jepang bagian utara yang diguncang gempa bumi dan tsunami Maret lalu. Para pejabat Sakado mengatakan gerak-gerik dermawan tidak terdeteksi.
"Tidak ada saksi mata dalam peristiwa ini dan kita tidak bisa mereka-reka orang seperti apa yang melakukan ini," jelas juru bicara pemerintah daerah Sakado, Masumi Sekiguchi.
Dia menambahkan, pihak berwenang betul-betul terkejut dan berterima kasih atas kebaikan hati dermawan misterius tersebut. Mereka berencana menyerahkan uang tersebut kepada Palang Merah Jepang bila tidak ada yang mengaku dalam waktu tiga bulan.
Bencana alam dasyat di Jepang baru-baru ini telah menunjukkan kemurahan hati dan kejujuran rakyat negara itu, lapor wartawan BBC di Tokyo, Roland Buerk.
Sebelumnya uang tunai setara Rp450 juta juga ditemukan di kawasan bencana. Uang tersebut kemudian diserahkan kepada polisi. Beberapa waktu kemudian juga ditemukan brangkas uang berisi puluhan juta dolar di tengah reruntuhan.(tibunnews)